ALASAN PENYEBAB RAMBUT KERITING / MENJADI KERITING



Manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Banyak perbedaan di antara setiap manusia, namun itu tak menjadikan kita boleh menganggap perbedaan sebagai pemisah, justru kita harus menghargai perbedaan karena dengan adanya perbedaan kita dapat memahami arti diri kita. Coba bayangkan kalau semua orang adalah kembar identikng hingga sifatnya juga sama. Bagaimana menurut Anda? Kalau menurut saya kalau semua orang sama atau identik tanpa perbedaan satupun, kita tidak akan tahu apa harganya diri kita di mata orang lain. Kemampuan kita sama, jenis kelamin sama, jalan pikiran sama, warna kulit, jenis rambut sama, semuanya sama. Lalu kenapa orang lain harus susah-susah mendekati kita? Bosan kali temanan sama diri sendiri. Untungnya, kita diciptakan berbeda-beda agar kita saling mengenal. Ada yang kulitya putih, kuning, atau kecokelatan. Matanya biru, hitam, atau cokelat. Ada yang rambutnya keriting, ikal, ada juga yang lurus. Ngomongin rambut, apa sih yang bikin rambut kita lurus atau keriting?

Menurut hasil penelitian para ahli, rambut yang keriting disebabkan oleh folikel rambut yang asimetris.

Menurut penelitian yang dilakukan di Queensland Institute of Medical Research di Australia, dalam rambut terjadi variasi pada gen Trichohyalin sehingga terjadi perbedaan tingkat kelurusan maupun keikalan pada rambut.
Andrew Thompson dalam bukunya yang berjudul, "Why Skies are blue and Parrots Talk: Answer to the Questions You've always wanted to ask" mengatakan bahwa rambut yang keriting disebabkan oleh folikel rambut yang asimetris. Sehingga menghasilkan kelenjar rambut yang berbentuk oval. Sementara orang yang berambut lurus memiliki foikel rambut yang simetris sehingga bentuk kelenjar rambutnya bulat.

Kelenjar rambut ini berada dalam serat yang fungsinya memberi informasi secara genetik ke dalam pipa di kulit kepala yang menentukan seperti apa tekstur rambut yang tumbuh.

Walaupun di beberapa kasus terdapat orang yang lahir dengan rambut keriting namun berubah lurus ketika beranjak dewasa, ternyata belum ada penelitian secara khusus yang dapat memecahkan kasus tersebut.

Hipotesis instan yang dirilis endokrinologis University of Bradford, Inggris, Dr. Val Randall via NPR menyatakan bahwa bisa jadi hormonlah yang membuat tekstur rambut Anda berubah, namun dia belum membuktikannya secara langsung. “Logikanya, rambut yang Anda miliki saat berumur 10 tahun berbeda dengan rambut Anda saat berumur 2 tahun. Begitu pun saat berumur 50 tahun nanti,” ujarnya. Namun masih menurut Randall, perlu penelitian lebih lanjut mengenai penyebab perubahan tekstur rambut ini.

Survei yang dilakukan para ilmuwan mengenai perubahan tekstur rambut masih berlangsung. Dr. Zoe Draeolos, dermatologis High Point, Amerika Serikat menyatakan, “Saat ini sedang berlangsung proyek riset bernilai jutaan dolar soal perubahan tekstur rambut. Karena bisa saja riset ini bisa menghasilkan miliaran dolar.”

Pertanyaan soal tekstur rambut ini berujung pada simpulan sementara; saat kelenjar rambut Anda tumbuh dengan bentuk yang berbeda, maka kemungkinan besar tekstur rambut Anda pun akan berubah.

Masih dengan topic di atas, yakni kok bias yah rambut tiba-tiba keriting? Maksudnya tanpa disadari berubah jadi keriting. Entah dalam tempo singkat alis drastic atau tempo lambat melalui proses yang lama. Seperti pada artikel saya yang sebelumnya nih, ada banyak sekali kasus yang mendukung hipotesis yang saya paparkan pada artikel tersebut. “Rambut keriting itu bias jadi lurus klo sering dipotong terus lanjut disisir rutin menggunakan sisir bergigi rapat. Hal ini karena struktur rambut yang baru tumbuh, akan lebih lunak dan mudah diatur dibandingkan dengan rambut yang sudah ada berminggu-minggu bahkan tahunan tanpa dipotong.” Selengkapnya baca Cara Meluruskan Rambut Alami.



$ama halnya dengan keriting ‘diubah’ menjadi lurus, rambut lurus ‘berubah’ menjadi keriting adalah hal yang mungkin dan lazim di dunia saat ini. Meskipun pada dasarnya kita tidak tahu pasti apa yang menyebabkannya terjadi, namun tak ada salahnya menggunakan hipotesis-hipotesis yang kita temukan sendiri sebagai media perawatan rambut kita masing-masing. Tentu saja hal ini tak ada yang melarang, selama di dunia sainspun belum ditemukan jawaban pastinya, selama itu pula kita boleh mempertajam pikiran kita sendiri. Kan bagus kalau kita bisa mengantisipasi sendiri masalah seperti ini. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengantisipasi masalah ini? Bagaimana kalau langkah perawatan dan antisipasi kita terhadap masalah tersebut salah, bahkan malah merusak segalanya?

 Jawabannya mudah. Pertama, untuk menemukan cara mengantisipasi masalah ini, kita harus mengerti akar masalahnya terlebih dahulu. Pepatah dan logika seorang penulis yang dilontarkan seorang artis bollywood dalam film Bang-Bang 2014 berbunyi “Aku tak punya rencana agar tidak ada orang yang bisa mengetahui rencanaku, sehingga mereka tidak bisa merencanakan cara mengalahkanku.” Masuk akal bukan? Seperti halnya rencana yang telah dimengerti jalannya kemana, penyebab masalah juga bisa diatasi dengan cara dimengerti terlebih dahulu. Sama juga seperti dasar pengerjaan semua soal matematika. Kalau Anda bukan orang yang suka membicarakan matematika, maka ayo kita lanjut pada jawaban berikutnya.

Jawaban untuk pertanyaan kedua, kalau kita salah bagaimana jadinya juga mudah. “Kalau kita belum mencoba, mana bisa tahu hasilnya?” Naruto bersuara indah dilayar laptop saat aku memandanginya dengan tatapan terkagum-kagum. Kata-kata yang bagus bukan? Meskipun Naruto hanya tokoh anime, namun dia sangat handal dalam memotifasi orang nyata, contohnya saya. Sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan Anda? Jika iya, ayo teruskan. Kita akan mempraktikkan jawaban yang sudah kita buat diatas.


Cara untuk dapat memahami sebuah penyebab masalah, adalah dengan mengumpulkan data-data yang yang dapat dipakai untuk membuat hipotesis lanjutan. Ini seperti orang yang melakukan survey seperti dalam pembuatan skripsi dan sebagainya. Jadi yang perlu kita lakukan adalah mencari ungkapan orang yang pernah mengalaminya. Berikut salah satu testimony atau apa sih namanya? Ah, ribet. Berikut adalah salah satu cerita rakyat! Kok cerita rakyat? Iya, cerita rakyat yang mengaku pernah mengalami hala yang sama. Perubahan tekstur rambut.

Waktu kecil, gilak rambut gw, keriting parah. Keritingnya cukup kecil-kecil gitu. Dah gitu warnanya cokelat lagi. Hadooohhh....

Nah, pas dah TK SD-an gitu, rambut gw kok panjang sepinggang, hitam dan lurus banget. Masih ada fotonya juga. Itu bertahan cuma sampai kelas 6 SD. Di foto keluarga gw, masih terlihat rambut gw yang lurus banget. Sampai teman-teman gw sekarang kalau lihat foto itu, pada bingung semua.
Pas masuk SMP, rambut gw dah mulai rusak. Sering bermain-main di bawah matahari juga. Gak tahu ada hubungannya atau gak. Di sinilah, rambut gw mulai mengembang, ringan melayang, cokelat, gak deh.. Hahha.. Itu bertahan sampai gw kuliah tingkat 3.

Nah, setelah di tingkat 4, gw dah mulai perawatan. Rambut gw gak ringan melayang lagi. Terus, teksturnya sekarang lurus di atas, dan wavy/keriting di bawah. Anggap saja wavy. Oia, pernah beberapa hari rambut gw lurus banget. Tapi, sekarang wavy lagi.

Sekarang sih rambut gw sudah natural wavy gitu... Sampai teman-teman gw pada nanya apa gw keritingin rambut. Ini teman-teman kampus gw loh, yang nota bene sudah tahu rambut gw sebelumnya yang ringan melayang.

Oia, gw dulu tinggal di kota yang panas banget di siang hari dan dingin banget di malam hari dan pernah juga di daerah yang panasnya gilak di siang dan malam hari. Baru pindah ke bandung pas kuliah. Jadi, penyebab yang kepikir ke gw adalah masalah perawatan.

Kesimpulan:
1. Rambut gw dulu lurus karena dirawat sama Mama, disisir hingga lurus dan dipanjangin hingga sepinggang. Dan kasus lurus selama kuliah itu juga kayaknya karena efek disisir terus-menerus. Entahlah..
2. Rambut gw kriting mengembang karena terlalu kering akibat berpanas ria dan tidak merawat rambut.
3. Rambut gw sekarang vawy semenjak gw merawat rambut dan tidak menyisirnya. Sejauh pengalaman gw, musuh rambut wavy gw adalah sisir. Gw baru make sisir kalau mau keluar dan itupun cuma untuk bagian atas kepala gue yang lurus. (Septebrina, 2010)

Bagaimana dengan pemaparan rakyat diatas? Kik kik :””

Ok, agar lebih puas membaca artikel ini, saya akan mengeluarkan kemampuan analisis saya.

Pertama, silahkan baca kembali artikel diatas dan cari kata ‘diubah’ dan ‘berubah’ yang telah saya tuliskan. Formatnya tepat sama dengan menggunakan tanda petik satu seperti di atas. Lalu baca baik-baik pernyataannya! Sudah? Kalau sudah, mari kita lanjutkan.



Pernyataanya jadi seperti ini, “Sama halnya dengan keriting ‘diubah’ menjadi lurus, rambut lurus ‘berubah’ menjadi keriting adalah hal yang mungkin dan lazim di dunia saat ini.” (hehe maaf sudah merepotkan) Nah, dari pernyataan di atas apa yang anda peroleh? Ya, ketika rambut berubah dari keriting menjadi lurus, kata berubah lebih tepat digambarkan dengan kata ‘diubah’. Kenapa? Karena sebenarnya rambut yang berubah menjadi keriting dan kasar itu salah satu penyebabnya karena tidak dirawat dengan baik dan intensif. Yah, seperti metode-metode perawatan rambut sehari-hari juga sudah cukup untuk disebut perawatan yang baik. Seperti saudari septebrina di atas itu contohnya. Sebaliknya, hal inilah yang menyebabkan rambut lurus yang menjadi keriting saya anggap ‘berubah’. Karena rambut yang menjadi lurus itu karena ada gerak aktif dari si pemilik rambut demi mendapatkan rambut lurus. Jadi disini yang bermain adalah aktif-pasif. (Makin bingung yaah,, hayooo ;)

Kasus lainnya adalah seorang teman saya pernah sekali dipotong rambutnya oleh ayahnya. Setelah beberapa lama, rambut lurusnya dahulu berubah menjadi keriting. Ingat keriting ke lurus = diubah. Lurus jadi keriting = berubah.

Ok, tuntas sudah bagi saya untuk mengajak anda mempraktikkan jawaban pertama kita. Sekarang sisanya adalah hak anda untuk mempraktikkan jawaban kedua kita kedalam kehidupan nyata. Ingat! Untuk mengatasi masalah ini kita butuh ACTION!

Akhirul kalam, jika Anda masih belum paham betul, silahkan mengulangi membaca hingga perkataan saya masuk kedalam pikiran Anda. Atau Anda juga bisa berkomentar tentang pendapat saya di bawah ini. Gratis kok, mana ada kita harus bayar Cuma buat mengungkapkan isi pikiran kita. Yang ad amah malah kita bisa dibayar.
Sumber :